December 12, 2007
Tadi pada saat saya sedang update2 situs saya, iseng-iseng ingin blogwalking ke blog rekan saya Brokencode. Disana saya melihat topik yang membuat saya ingin segera membacanya, anda bisa membacanya terlebih dahulu disini dan setelah itu kembali lagi untuk membaca postingan saya sampai akhir.
Saya mulai menelusuri link-link terkait disana dan tidak lupa juga meluncur ke TKP yaitu situs Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Menurut sumber di detik.com situs ini menghabiskan dana 17,5 Milyar! sungguh angka yang sangat fantastis untuk sebuah situs yang sangat-sangat tidak profesional dalam hal pembuatanya. Menurut salah satu blogger kita rayofshadow banyak sekali kekurangan-kekurangan dalam hal desain dan kualitas kontent.
Melihat komentar-komentar yang bertebaran di detik.com saya akhirnya tergerak juga untuk memberikan komentar walau itu hanya melalui blog yang sederhana ini. Pada komentar saya saat ini, saya tidak ingin membahas angka yang sudah dikeluarkan pemerintah untuk biaya situs pariwisata mereka karena saya yakin sudah banyak yang mengerti bahwa sudah pasti ada permainan yang dilakukan antara pengembang dengan Depbudpar.
Yang ingin saya katakan disini adalah, terdapat kecurangan yang sudah dilakukan pengembang (dalam hal ini yang membuat situs ini adalah indo.com ). Sewaktu saya menelusuri link-link yang terdapat di dalam situs my-indonesia.info
pertama saya melihat terdapat sub-domain yaitu di bali.my-indonesia.info. Saya lihat disini, etika pengembang situs ini sangat tidak ada, kenapa? Kita bisa lihat disana terdapat banner “Link Back & Donate”. Tujuan dari banner ini supaya orang-orang bisa ikut berperan serta dalam hal membantu untuk mempromosikan situs ini supaya lebih terkenal (loh bukanya dana itu sudah termasuk biaya promosi? kenapa masih saja ngemis link? ) dan coba anda perhatikan kenapa link disana hanya mengarah ke bali.my-indonesia.info ? kenapa tidak mempromosikan domain utamanya saja?. Setelah itu anda bisa menengok ke bagian bawah, disana terdapat banner kecil yang mengarah ke situs pengembang.
Saya rasa ini acara “ngemis link” ini adalah kamuflase semata, dimana tujuan di balik itu adalah untuk memperkuat posisi situs pengembang di mata SE karena mendapat dukungan link dari situs lain dan otomatis situs pengembang akan mendapat link yang berkualitas. “ADAKAH KECURANGAN DISINI?“
Selanjutnya di situs bali.my-indonesia.info ini terdapat iklan adsense, kenapa tidak di jelaskan dalam situs my-indonesia.info, pemerintah indonesia juga mencari profit dengan menjadi publisher adsense? kalau memang benar, apakah uang yang 17,5M itu tidak cukup untuk membiayai operasioal dari website ini sampai ingin mencari uang juga lewat adsense? kalau itu tidak benar berarti otak yang berada dibalik ini adalah dari si pengembang itu sendiri!
Pengembang memanfaatkan promosi yang dilakukan oleh pemerintah, SE ataupun lewat link-link yang mengarah ke situs itu untuk mendatangkan trafik dan kemungkinan di antara visitor akan mengklik iklan adsense yang ada disana. “ADAKAH KECURANGAN DISINI?“
Selanjutnya saya mengarah ke domain itu sendiri, saya melakukan whois untuk domain my-indonesia.info. Teryata domain itu sudah di register pada tahun 2004 yang lalu. Kalau anda tidak percaya anda bisa lihat disini. Apakah butuh waktu selama itu untuk menyelesaikan proyek ini? atau jangan-jangan domain itu sudah ada akan tetapi pada saat di adakan tender, dari para pengembanglah yang sebenarnya mengusulkan untuk menggunakan domain itu sebagai domain dari situs resmi Depbudpar. Terus mengenai email kontak yang ada disana, masa sih situs resmi pemerintah emailnya make email gratisan di gmail? coba anda perhatikan di whois, email yang tertera disana adalah : my.indonesia@gmail.com . Sungguh proyek yang sangat-sangat tidak profesional sekali.
“ADAKAH KECURANGAN DISINI?“
Selanjutnya disana saya juga melihat ada beberapa link tentang fasilitas-fasilitas yang ada di bali seperti hotel, restoran, tours, activities. Ketika di telurusi salah satu, link tersebut akan mengarah ke situs pengembang sendiri yang seperti kita tahu core bisnis dari indo.com adalah travel agent dan tourism!. Saya tidak tahu apakah dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata sendiri tahu mengenai hal ini atau tidak yang pasti bisa saya katakan, kalau memang benar pemerintah tidak ada kerjasama juga mengenai bisnis agent dengan indo.com maka saya bisa simpulkan “ADAKAH KECURANGAN DISINI?“. karena sudah memanfaatkan promosi yang dilakukan pemerintah untuk bisnis pribadi dari si pengembang!
Selanjutnya saya mengarah ke sub-domain lainnya, yaitu blogs.my-indonesia.info. Sampai dengan tulisan ini dibuat situs itu sama sekali belum selesai. Dengan menggunakan wordpress yang sudah kita tahu adalah script gratisan untuk membuat blog dan di tambahkan template gratisan pula, sungguh merupakan kecurangan yang dilakukan terhadap pemerintah oleh pengembang karena belum menyelesaikan tugasnya dengan baik. Apalagi menurut saya, sebenarnya fungsi membuat sub-domain blogs.my-indonesia.info itu apa? apakah tidak cukup membuat berita-berita itu di halaman depan saja? sangat-sangat merupakan pemborosan, apakah ini adalah bagian dari rencana untuk tahun depan supaya ada lagi dana yang dikucurkan lebih banyak lagi dengan alasan pengembangan content??

“ADAKAH KECURANGAN DISINI?”
Silahkan anda simpulkan sendiri apakah proyek ini memang layak di dapatkan oleh pemerintah RI dengan budget segitu atau tidak.
Sumber :
- Detik : http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/06/time/175117/idnews/863292/idkanal/398
- Brokencode : http://www.brokencode.biz/2007/12/11/situs-mahal/
- Andri : http://andri.cisco.or.id/blogs/index.php/2007/12/11/my-indonesiainfo-menelusuri-dalang-175-milyar/
- Warung Kapucino : http://www.kapucino.org/2007/12/11/oh-my-indonesia-oh-my-god/
- Rayofshadow : http://www.rayofshadow.com/blog/selamat-atas-diresmikannya-situs-my-indonesia-dot-info/
Anda mempunyai usaha atau anda ingin mempromosikan website anda? Masukkan iklan anda di Iklan Baris atau Iklan Baris Gratis.

48 responses to "Kecurangan Dilakukan Indo.com Terhdap Situs Depbudpar, benarkah ?"
[...] Dexno [...]
jadi ingat keyphrase : ada pocong disini !
:lol:
lucu deh kalo pemerintah ternyata maen adsense, jadi publisher google. waaahhh … google bisa tambah percaya sama kita. semoga jadi awal baik kita cepat bisa withdraw earning adsense.
Pengamatan yang bagus.
Mengenai anggaran sudah terlalu banyak yang membahas (atau memaki, hehe). Tapi dari segi malpraktik bisnis ini belum.
setuju ma brokencode :D mungkin ini langkah yg bagus dari pemerintah untuk care kepada para publisher adsense huhuahauahua
sangaaat tidak layak om…padahal kan itu garda depan pariwisata kita..pemasukan gw dr sanaaaa…
padahal banyak desainer web kita yang jagooooo banget :o
[...] article: 1. Situs Mahal 2. Kecurangan dilakukan Indo.com terhadap situs Depbudpar, benarkah? 3. Menelusuri dalang 17M dari sisi server 4. Oh My-Indonesia Oh My God 5. Silahkan Ping artikel [...]
keliling blog liat keadaan heheheh rame and seru juga nih berita
Jadi inget, dulu ada yg bikin situs pemda/pemkot suatu daerah di sumatra menghabiskan sekian milyar. Padahal cuma pake phpnuke. Indonesia benar2 ruarrrrr biasa…..
[...] Dexno [...]
[...] Opini dari sisi Internet Marketing, Brokencode dan Dexno [...]
[...] kita yang lain, Dexno, menemukan fakta lain bahwa terdapat minimal 2 buah subdomain aktif pada my-indonesia.info ini. [...]
[...] Dexno: http://www.dexno.com/mongkey-business/kecurangan-yang-dilakukan-indocom-terhdap-situs-depbudpar.html [...]
Pemerintah dibohongi? atau sengaja minta dibohongi? adakah kecurangan disini?
:D :D :D
ya,… sebagai warga negara yang baik,.. kita patut mempertanyakan…
..ping pong nya dah mulai banyak tuh.
[...] articles: 1. Visit Indonesia 2008 2. Situs mahal 3. Kecurangan dilakukan Indo.com terhadap situs Depbudpar, benarkah? 4. Menelusuri dalang 17M dari sisi server 5. Oh My-Indonesia Oh My God 6. Is High Cost Web Better ? [...]
saya link ke blog saya ya, mas? thx.
@venus
Silahkan di link boz.. Thanks.
[...] http://www.dexno.com/ http://ustadz.net/ http://road-entrepreneur.com/ http://www.bali.ikads.com/ [...]
wah kasihan sekali pemerintah dibohongi sama orang indo.com . Pemerintah apa ga punya para ahli IT yang bisa dibuat promosi dan desain webnya yah ?? apa perlu ngangkat om poggung, om cosa, om dexno, mas keke dan para master-master yg lainnya yah sebagai menteri telekomunikasi nya hehehehe
Mungkin Indo.com sudah kerjasama dengan para koruptor untuk mengeruk harta dan kekayaan negara ini. Kasihan oh kasihan sekali negara ini. Kapan negara ini bersih dari koruptor ??
Inilah kebiasaan pengembang dalam negeri salalu ingin menjejali tautan link di setiap halaman web yang mereka garap. Kalo memang sudah bayar kenapa harus membubuhkan link web mereka lagi? Kecuali dibuatkan secara gratis bolehlah dijejali link mereka! so what gitu loh! apalagi budgetnya sudah milyaran rupiah, apa belum cukup duit segitu tuh?
Situs Presiden RI sudah tergolong mahal, malah ini jauh lebih mahal lagi. malu dong! dan kalo menurut aku mutunya jauh dibawah standard atau boleh dibilang biasa2 saja.
[...] Dexno [...]
aduh aduh… pada bahas duit ya.. m m an lagi, gak bahas lendir lagi nih :D
[...] tersebut haruslah menjadi berita besar yang dapat membuat website anda minimal dibahas oleh para bloger. Nah, saya yakin bloger Indonesia yang sangat idiot itu pasti menyertakan link ke website [...]
Buset dah duit rakyat tuh miliran gitu!!
kenapa ya bukan saya yang punya indo.com
*ngacir*
Itulah kalo gak pinter om… banyak dibohongi :P
ternyata topik ini emang lagi booming ya..he..he..he.. dimana-mana klo soal duit emang deh…
udah banyak komen di blog tetangga masalah ini..
jadi…
numpang lewat aja bos.. kekeke
Indo.com memang licik dari dulu. Sering melakukan penipuan. Tanya saja pada para eks karyawannya semua pada mengeluh. Perusahaan pribadi yang sarat dengan trik dan kecurangan membohongi klien.
Tks
Menanggapi komentar-komentar yang beredar tentang situs pariwisata http://www.my-indonesia.info, semoga tulisan yang dikeluarkan oleh Indo.com bisa menjadi suatu acuan dan dipahami orang banyak.
Nenek bilang jangan ditelan mentah-mentah tulisan di media yang salah melulu. (Dan seperti biasanya di Indonesia, nothing is the way it seems – orang Medan bilang, ada udang dibalik kuetiaw.)
First, anggaran yang bener itu Rp 5.5 milyar untuk 2007, bukan 17 milyar. 17M itu kalo dijumlahkan dari tahun 2006 dan 2007 yang sudah direalisasi, dan 2008 yang paling banyak, 10 milyar, yang masih rencana. (Kenapa gak sekalian dijumlahin dari tahun 1945, inflation adjusted, sampai tahun 2050?)
Second, anggaran yang tahun 2007, dari 5.5 milyar, potong pajak jadi efektif 4.65 milyar, itu porsi terbesarnya dipakai untuk promosi online, di Google, Yahoo, portal wisata internasional seperti Travelocity, dan juga portal domestic seperti Kompas, Bisnis, Media dsb (hint: apa yang tidak disebut?) Porsi kedua dialokasikan untuk memberdayakan hotel-hotel kecil, biar bisa ikut belajar promosi dan bertransaksi online. Kita bikin workshop di 3 kota – Jogja, Lombok, Manado – dihadiri 400-an orang/hotel, iklankan, talk show, masukkan 100-an lebih hotel ke my-indonesia.info dan system reservasi indo.com, dan ketika terjadi transaksi, membimbing mereka.
Intinya, kegiatan e-marketing ini tentang promosi online, bukan tentang bikin web site. Hasil apa yang didapat? Iklan pariwisata Indonesia ditayangkan sekitar 90 juta kali, kepada pengguna Internet yang senang berwisata atau bahkan sudah mencari informasi tentang berwisata ke Indonesia melalui situs pencari. Berarti efektif biaya menjangkau satu orang ini hanya Rp 50an. Pengunjung yang sudah dilayani tahun ini 230 ribu orang. Berarti biaya melayani satu orang calon wisatawan ke Indonesia, kalau dilakukan secara virtual via Internet, biayanya hanya Rp 20 ribuan. Sangat cost efektif.
Belum lagi waktu sebelum promosi, kalau coba cari “indonesia info” di Google, situs paling atas adalah punyanya CIA. Jadi perspektif yang didapat orang adalah perspektif CIA. (Coba search “president indonesia” sekarang di Google, situs siapa yang paling atas?) Punya Pemerintah dulu tidak kelihatan. Sekarang, untuk kata-kata kunci seperti itu, “tourism indonesia” dan hampir 2000 kata lainnya, situs Pemerintah sudah muncul, bahkan pada posisi-posisi terdepan.
Jadi lihatlah kegiatan e-marketing ini dalam konteks strategi pemasaran pariwisata Indonesia secara keseluruhan. Kalau tahun 2008 dianggarkan Rp 10 milyar, dari total anggaran promosi pariwisata, yang kalau saya tidak salah sekitar Rp 280 milyar, optimalkah kalau hanya 3-4% yang dialokasikan untuk pemasaran via Internet? Survey BudPar sendiri menunjukkan sudah 56% wisatawan ke Indonesia yang mencari informasi tentang wisata ke Indonesia via Internet. Kalau kita mau book Yahoo Singapore untuk 1 HARI saja – supaya setiap orang yang buka pasti lihat iklan kita, seperti blocking time di TV – biayanya bisa sekitar SGD 1 juta - atau Rp 6 Milyar sendiri!
Negara tetangga kita juga mengetahui ini dan berpromosi via Internet dengan agresif. Kita dapat info bahwa mereka di Google dan Yahoo saja bisa belanja iklannya sekitar USD 1-2 juta (Rp 9-18 Milyar)per tahun di masing-masing portal. Belum portal-portal lainnya dan kegiatan online promotion lainnya (Singapore Tourism Board pernah beriklan via newsletter broadcast menggunakan indo.com.) Untuk mengajak industri pariwisata berteknologi saja (seperti yang kita lakukan dengan hotel-hotel kecil ini), Singapore alokasikan dana SGD 10 juta (bisa lihat di situs Singapore Tourism Board).
Yang jelas, promosi pariwisata sekarang ini, oleh pemerintah maupun swasta, mau tak mau sudah harus melibatkan Internet – karena wisatawan adanya di situ.
Terima kasih untuk saran dan masukannya, untuk komentar lebih lanjut, silahkan email ke saran@indo.com.
Salam
Adeline Djelita
http://www.indo.com
Mbak Adeline, thanks udah komen. Tapi apakah mbak juga punya penjelasan tentang kecurigaan2 saya yanglain? coba mba baca lagi postingan saya itu tentang google adsense, link2 indo.com yang ada disana dan tentang indo.com numpang popularitas dan mengarahkan kalau ada orang mau lihat hotel langsung mengarah ke indo.com?
Indo.com mengharuskan kalau hotel mau listing disana harus bayar, sedangkan sekarang indo.com lewat my-indonesia.info numpang promosi disana. APakah dari pihak indo.com punya penjelasan yang lebih lengkap lagi kepada khayalak?
Penjelasan dari Adeline Djelita TIDAK MEMUASKAN !!!
Percuma Buang Duit Promo dimana-mana kalau websitenya masih kacangan seperti itu, Siapa yang mau dateng ? siapa yang betah masuk ke my-indonesia.info ? kesan pertama juga udah males, bikin bete, nggak ada peta yang akurat, nggak ada petunjuk how to get there, beritanya minim sekali . sekali menyelam minum air, apa benar vendor pembuat website my-indonesia.info promosi pakai duit negara untuk kepentingan vendor tersebut ?
pada ngomongi apa thoo?
wah lucu juga pake adsense.. jelasin dong mbak adeline, kok pake adsense segala!
Kita tunggu penjelasan/bantahan mba adeline berikutnya, kalau tidak memberikan penjelasan disini, kecurigaan dexno kita anggap …… ke ek ek ke ke
Mbak Adeline Djelita,
Penjelasannya muter2 deh. Mahal sih ndak papa asalkan hasilnya setimpal dengan biaya yang dikeluarkan, Masalah berapa besar dari sekian milyar itu mau dialokasikan untuk promosi online, e-marketing, or whatever… bukan alasan untuk ndak bisa buat website yang layak toh, apalagi untuk ukuran website yang makan biaya semahal itu. Website gratisan di luar sana pun masi banyak yang jauh lebih baik tampilannya.
E-marketing memang buat promosi, tapi kalau yang dipromosikan sendiri tidak ada nilai jualnya bagaimana dong…
Mulai sekarang, pintarlah bikin proposal, cerdaskan presentasimu, bila perlu bikin deal-deal khusus kepada oknum-oknum yg bisa membuat deal hehehe, jangan lupa utk berteman dengan bapak-bapak tingkat tinggi. Hummm, jangan lupa komisinye hehehe. Jadi deh sebuah proyek. Semoga BPK juga melek IT.
ck ck ck..
mahalnya..
ck ck ck…….
saya sudah pernah menawarkan proposal kerjasama pada tahun 2006 untuk memakai domain visitindonesia.com dengan total angka gak jauh dari 10M close to US$1juta sudah termasuk SEO dan pembuatan portal pariwisata indonesia. The campaign is visit indonesia kenapa gak pake nama visitindonesia.com atau visit-indonesia.com tanya kenapa ?
penjelasan mbak Djelita terlalu standard, coba tolong dijelasin donk masalah link back ke indo.com, adsense, kayaknya promosinya malah promosiin indo.com deh
dengan dana segitu bisa membuat saingan yahoo ato detikcom… seharusnya
Repot juga kalo menyangkut duit rakyat.. 10 Miliar bukan angka yang kecil lho…
Laporin ke KPK yukkkkk
[...] dengan dewa yang sukses dengan puluhan ribu traffik barunya dan melakukan beberapa riset dengan dekno [yang juga pernah menggali tentang keanehan di departemen pariwisata kita] sampai larut pagi. [...]
kapan indonesia maju, kalo gini :-(
Hiduplah penguasa di indonesia raya…..
Wah debat kusir tu’. Duit + Produk situsnya belum tentu kerasa masyarakat. Sebutlah Konsepsi CBM (Community Base Tourism) gakan kerasa.
Simaklah situs Jawa Barat Tourism Board. Anggarannya Rp. 0. Bagi indo.com yang telah dari 2002 berkecimpung di dunia IT pariwisata bahkan masih nyedotin anggaran rakyat.
Bangun situs Pariwisata mudah, danannya pun NOL. Jawa Barat siap bersaing dengan situs nasional sekaliber ‘your indonesia’. Dengan ‘gagah berani’ kami di Jawa Barat telah membangun TOURISM CMS!
Salam,
Tourism Information Network - West Java Chapter. http://www.westjavatourism.info
Leave a comment