L-Glutamine

Betain-Glutamin

Apa itu L-Glutamine? L-Glutamine merupakan asam amino yang paling umum ditemukan pada otot Anda – lebih dari 61% dari otot rangka adalah glutamine. Glutamine terdiri dari 19% nitrogen, yang berfungsi untuk mengantarkan nitrogen ke dalam sel otot Anda.

Selama latihan intensif, kadar Glutamine dalam tubuh bisa akan habis, yang menyebabkan kekuatan, stamina dan pemulihan menurun. Proses pengembalian sampai kadar L-Glutamine dalam tubuh kembali normal bisa memakan waktu hingga 6 hari – dan Glutamin memainkan peran kunci dalam sintesis protein. Penelitian telah menunjukkan bahwa suplementasi L-Glutamine dapat meminimalkan kerusakan otot dan meningkatkan metabolisme protein.

L-Glutamine penting untuk menghilangkan amonia berlebih (produk limbah umum dalam tubuh). Hal ini juga membantu fungsi sistem kekebalan tubuh Anda dan mungkin diperlukan untuk fungsi otak normal dan pencernaan.

Tubuh sendiri sudah sebenarnya memproduksi L-Glutamine dan disimpan didalam paru-paru dan otot serta kita bisa mendapatkannya dalam asupan makanan. Namun biasanya ketika kita mengalami kondisi medis seperti luka, sehabis operasi, infeksi dan stress berkepanjangan biasanya hal itu akan menurunkan kadar Glutamine dalam tubuh, itu sebabnya kita dianjurkan mengkonsumsi suplemen L-Glutamine tambahan.

Kita bisa mendapatkan sumber L-Glutamine pada makanan seperti pada protein nabati dan hewani seperti daging sapi, daging babi, unggas, susu, yogurt, keju ricotta, keju cottage, bayam mentah, peterseli baku, dan kubis.

L-Glutamic Acid

L-Glutamic-acid-3D-balls

Apa itu L-Glutamic Acid? menurut wikipedia pengertian L-Glutamic Acid atau biasa disebut Asam glutamat termasuk asam amino yang bermuatan (polar) bersama-sama dengan asam aspartat. Ini terlihat dari titik isoelektriknya yang rendah, yang menandakan ia sangat mudah menangkap elektron (bersifat asam menurut Lewis).

Asam glutamat dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia sehingga tidak tergolong esensial. Saat pertama kali diketemukan pada tahun 1970, asam glutamat dan beberapa asam amino lainnya dianggap sebagai neurotoksin, ketika senyawa diberikan sebagai asupan melalui mulut kepada model hewan yang belum dewasa. Degenerasi neuron akut ditemukan pada area yang tidak terlindungi oleh sawar darah otak, terutama pada area nukleus arsuat pada hipotalamus.[1]

Ion glutamat merangsang beberapa tipe saraf yang ada di lidah manusia. Sifat ini dimanfaatkan dalam industri penyedap. Garam turunan dari asam glutamat, yang dikenal sebagai mononatrium glutamat ( dikenal juga sebagai monosodium glutamat, MSG, vetsin atau micin), sangat dikenal dalam dunia boga Indonesia maupun Asia Timur lainnya sebagai penyedap masakan.

L-Cysteine

L-cysteine

 

Apa itu L-Cysteine (Sisteina)? menurut pengertian dari wikipedia L-Cysteine merupakan asam amino bukan esensial bagi manusia yang memiliki atom S, bersama-sama dengan metionina. Atom S ini terdapat pada gugus tiol (dikenal juga sebagai sulfhidril atau merkaptan). Karena memiliki atom S, sisteina menjadi sumber utama dalam sintesis senyawa-senyawa biologis lain yang mengandung belerang. Sisteina dan metionina pada protein juga berperan dalam menentukan konformasi protein karena adanya ikatan hidrogen pada gugus tiol.

L-Cysteine (Sisteina) mudah teroksidasi oleh oksigen dan membentuk sistina, senyawa yang terbentuk dari dua molekul sisteina yang berikatan pada atom S masing-masing. Reaksi ini melepas satu molekul air (reaksi dehidrasi).

Sumber utama L-Cysteine/sisteina pada makanan adalah cabai, bawang putih, bawang bombay, brokoli, haver, dan inti bulir gandum (embrio). L-sistein juga diproduksi secara industri melalui hidrolisis rambut manusia dan babi serta bulu unggas, namun sejak tahun 2001 juga telah dapat diproduksi melalui fermentasi mikroorganisme.

L-cysteine

Serat wol dari domba juga banyak mengandung L-Cysteine. Bagi domba, L-Cysteine esensial yang harus dipasok dari rumput-rumputan yang dimakannya. Karena itu, jika rumput tidak tersedia domba tidak memproduksi wol. Namun, domba transgenik yang memiliki enzim penghasil sisteina (dari metionin) telah berhasil dikembangkan sehingga ketergantungan akan rumput menjadi berkurang.

Selain itu L-Cysteine juga berfungsi untuk perbaikan hati dan menghilangkan efek negatif dari racun yang terdapat dalam minuman beralkohol.

L-Aspartic Acid

L-aspartic Acid

Apa itu L-Aspartic Acid atau dalam bahasa indonesianya Asam Aspartat? Menurut wikipedia, L-Aspartic Acid atau Asam aspartat (atau sering disebut aspartat saja, karena terionisasi di dalam sel), merupakan satu dari 20 asam amino penyusun protein. Asparagin merupakan asam amino analognya karena terbentuk melalui aminasi aspartat pada satu gugus hidroksilnya.

L-aspartic acid

L-Aspartic Acid (Asam aspartat) bersifat asam, dan dapat digolongkan sebagan asam karboksilat. Bagi mamalia aspartat tidaklah esensial. Fungsinya diketahui sebagai pembangkit neurotransmisi di otak dan saraf otot. Diduga, aspartat berperan dalam daya tahan terhadap kepenatan. Senyawa ini juga merupakan produk dari daur urea dan terlibat dalam glukoneogenesis.

L-Arginine

L-arginine

Apa itu L-arginine? menurut sumber di wikipedia pengertian L-arginine merupakan komponen Asam amino arginina memiliki kecenderungan basa yang cukup tinggi akibat eksesi dua gugus amina pada gugus residunya. Asam amino ini tergolong setengah esensial bagi manusia dan mamalia lainnya, tergantung pada tingkat perkembangan atau kondisi kesehatan. Bagi anak-anak, asam amino ini esensial.

L-Arginine banyak terdapat dalam produk-produk peternakan (dairy products) seperti daging, susu (dan olahannya), dan telur. Dari produk tumbuhan dapat disebutkan cokelat dan biji kacang tanah.

L-Alanine

L-Alanine
L-Alanine

 

Menurut pengertian yang saya kutip dari Wikipedia, L-Alanine adalah salah satu asam amino bukan esensial. Bentuk yang umum di alam adalah L-alanin (S-alanin) meskipun terdapat pula bentuk D-alanin (R-alanin) pada dinding sel bakteri dan sejumlah antibiotika. L-alanin merupakan asam amino proteinogenik yang paling banyak dipakai dalam protein setelah leusin (7,8% dari struktur primer dari 1.150 contoh protein).

Alanina biasanya dibuat melalui transfer satu gugus amina ke asam piruvat. Reaksi transaminasi bersifat reversibel (dapat-balik) sehingga alanina mudah dibuat dari piruvat dan berhubungan erat dengan jalur metabolik utama seperti jalur glikolisis, glukoneogenesis, dan daur sitrat.

Fungsi dan peran dari L-Alanine adalah sebagai Gugus metil pada alanina sangat tidak reaktif sehingga jarang terlibat langsung dalam fungsi protein (enzim). Alanina dapat berperan dalam pengenalan substrat atau spesifisitas, khususnya dalam interaksi dengan atom nonreaktif seperti karbon. Dalam proses pembentukan glukosa dari protein, alanina berperan dalam daur alanina.

L-Alanine terdapat didalam sumber makanan yaitu di setiap bahan pangan yang kaya protein seperti daging, ikan, susu, telur, dan kacang-kacangan.