September 11, 2008

Indonesia di Jajah oleh oknum tukang patent

Dexno

Sejak selepas dari kontes SEO yang sudah berakhir bulan lalu, saya di sibukkan (sok sibuk sih :P ) dengan kerjaan rutinitas lagi, yang notaben bikin ga sempat blogwalking. Namun di subuh ini saat saya masih ber melek ria, saya jadi pengen mainan ke blog salah seorang artis yang multi talenta yaitu Pandji Pragiwaksono, yang sekarang lagi getol di bisnis musik. Saya kagum dengan artis yang satu ini, sangat berkarakter… Oitss.. tunggu dulu sebenarnya bukan itu topik blog saya kali ini hehehe..

Disalah satu postingan mas Pandji yang terakhir, saya membaca salah satu komentar yang di posting oleh arandhana dimas.

Saya jadi terbengong, dan berfikir.. betapa banyak informasi yang sudah saya lewatkan selama ini akibat saya kurang membuka berita online / membaca koran pagi sehingga saya tidak tahu bahwa budaya indonesia sedang dalam keadaan darurat..

Akankan indonesia akan di jajah dengan metode baru yaitu mengikat dengan patent2 yang di klaim oleh oknum2 yang bukan menjadi pemilik asli dari budaya itu?

Berikut komentar dari mas arandhana :

dear Pandji…. gue dapet email tentang kebudayaan kita ( indonesia ) yang lagi lagi di curi dengan di hak patenkan oleh orang asing semoga ini bisa menjadi issue yang lo n steny bahas sehingga bisa semakin banyak orang yang tau dan “aware” akan isue ini thank you… gue gak bisa forwaed emailnya karena gue gak tau alamat email lo apa…..
THANK YOU

KISAH SEDIH DARI BALI

Kisah sedih dialami Desak Suarti, seorang pengerajin perak dari
Gianyar, Bali. Pada mulanya, Desak menjual karyanya kepada seorang
konsumen di luar negeri. Orang ini kemudian mematenkan desain tersebut.
Beberapa waktu kemudian, Desak hendak mengekspor kembali karyanya.
Tiba-tiba, ia dituduh melanggar Trade Related Intellectual Property
Rights (TRIPs). Wanita inipun harus berurusan dengan WTO.

“Susah sekarang, kami semuanya khawatir, jangan-jangan nanti beberapa motif
asli Bali seperti `patra punggal’, `batun poh’, dan beberapa motif
lainnya juga dipatenkan” kata Desak Suarti dalam sebuah wawancara.

Kisah sedih Desak Suarti ternyata tidak berhenti sampai di sana.
Ratusan pengrajin, seniman, serta desainer di Bali kini resah menyusul
dipatenkannya beberapa motif desain asli Bali oleh warga negara asing. Tindakan warga asing yang mempatenkan desain warisan leluhur orang Bali ini membuat seniman, pengrajin,
serta desainer takut untuk berkarya.

Salah satu desainer yang ikut merasa resah adalah Anak Agung Anom Pujastawa. Semenjak dipatenkannya beberapa motif desain asli Bali oleh warga asing, Agung kini merasa tak bebas berkarya. “Sebelumnya, dalam satu bulan saya bisa menghasilkan 30 karya desain perhiasan perak. Karena dihinggapi rasa cemas, sekarang saya tidak bisa menghasilkan satu desain pun,” ujarnya hari ini.

Potret
di atas adalah salah satu gambaran permasalahan perlindungan budaya di
tanah air. Cerita ini menambah daftar budaya indonesia yang dicuri, diklaim atau dipatenkan oleh negara lain, seperti Batik Adidas,
Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, Ukiran Jepara, Kopi Toraja, Kopi
Aceh, Reog Ponorogo, Lag Rasa Sayang Sayange, dan lain sebagainya.

LANGKAH KE DEPAN

Indonesia harus bangkit dan melakukan sesuatu. Hal inilah yang melatarbelakangi berdirinya Indonesian Archipelago Culture
Initiatives (IACI), informasi lebih jauh dapat dilihat di http://budaya- indonesia. org/ . Untuk dapat mencegah agar kejadian di atas tidak terus berlanjut,
kita harus melakukan sesuatu. Setidaknya ada 2 hal perlu kita secara
sinergis, yaitu:

1. Mendukung upaya perlindungan budaya Indonesia secara hukum.
Kepada rekan-rekan sebangsa dan setanah air yang memiliki kepedulian
(baik bantuan ide, tenaga maupun donasi) di bagian ini, harap
menggubungi IACI di email: office@budaya- indonesia. org

2. Mendukung proses pendataan kekayaan budaya Indonesia.
Perlindungan hukum tanpa data yang baik tidak akan bekerja secara
optimal. Jadi, jika temen-temen memiliki koleksi gambar, lagu atau
video tentang budaya Indonesia, mohon upload ke situs PERPUSTAKAAN
DIGITAL
BUDAYA INDONESIA, dengan alamat http://budaya- indonesia. org/ Jika Anda memiliki kesulitan untuk mengupload data, silahkan menggubungi IACI di email: office@budaya- indonesia.org

- Lucky Setiawan

nb: Mohon bantuanya untuk menyebarkan pesan ini ke email ke teman,
mailing-list, situs, atau blog, yang Anda miliki. Mari kita dukung upaya pelestarian budaya Indonesia secara online.

40 responses to "Indonesia di Jajah oleh oknum tukang patent"
Ogi said:
September 11, 2008

weits, akhirnya jadi tau blog nya panji :D

wira said:
September 12, 2008

sama dengan yg saya baca di milis, so apa yg bisa kita lakukan…

hrxone said:
September 12, 2008

kok ngeri yah?klo kaya gini terus bakalan habis dunk budaya kita :(

chymenk said:
September 12, 2008

kekekekekeke…… hak patentan diri kita aja yukz biar ga keburu dipatenkan ama orang lain!kikikikikiki………..kaburrrrrrrrrrrrrrr

wangnoni said:
September 12, 2008

emmmmmmmmmmm

arhan said:
September 12, 2008

aq sangat prihatin dengan keadaan demikian. takutnya, saya juga terkena imbas hak paten ini yah, karena saya berencana juga akan men-go internasional kan http://www.palapa.web.id
gimana nih? :(

Qisthon said:
September 13, 2008

Makin banyak aja PR negeri ini…
tapi sayang pemerintah koq ya sepertinya kurang peka masalah ini ya?

Dania said:
September 14, 2008

Ijinin Sambuk Basangne Nyaks!!!!!!

September 15, 2008

untuk pematenan begitu apa gak bisa di banding sama pemerintah ya mas?
kalo begini terus, kapan budaya kita akan aman???

Masrur said:
September 15, 2008

Gile bener…bener2 sudah sangat gawat..!!! :(

[...] akan berlomba-lomba mematenkan kekayaan-kekayaan budaya bangsa ini alias era penjajahan baru yaitu penjajahan paten [...]

September 16, 2008

ga cuma budaya nasional kita aja yang terancam bos. sapi bali yang merupakan salah satu plasma nutfah Indonesia juga terancam di hak patenkan oleh negara lain. hal ini saya posting di http://ekads.co.cc/?p=39

fenny said:
September 16, 2008

urusan ini sih aku no komen… mungkin karma akibat orang2 kita hobinya membajak karya orang lain, jadilah kita sekarang terbajak…

ode said:
September 17, 2008

kudiang dik nah?
makan - makan malu mi.. mare demo..

badoer said:
September 17, 2008

Mas ada usul gmana blogger indonesia bersatu, trus buat postingan srentak di bookmark se situs2 luar negri, intinya memberikan penyadaran pada masyarakt luar, atau buat warga luar malu krna ada yg mempatenkan budaya kita, yah semacam shock terapy getu,

Nak Bali said:
September 17, 2008

Rada susah kalo sudah bicara hak paten di Bali, karena latar belakang budaya “de nyapa kadi akunya” atau tidak mau di sebut hebat karena diatas langit masih ada langit, malah banyak karya besar ANONIM . Resikonya hasil karya besar di patenkan orang luar, Cape d!!!

Qisthon said:
September 18, 2008

Bunda pertiwi, isi rumahmu perlahan2 dicuri karena salah kami sendiri…

Rizhal said:
September 20, 2008

Kita semua harus sadar bahwasanya Indonesia sedang dijajah dalam metode dan motif yang baru..
Ayo sodara semua sadarlah akan hal ini…

September 21, 2008

Lama2 Indonesia punya apa ya kalo semua di claim dan dipatenkan sebagai milik perorangan yg licik2?
Coba kalo pemerintahan dan wakil rakyat kita kuat dan berpengaruh kuat pula di mata negara laen. Hehe no offense, ini kuatnya cuma kalo ke rakyat kecil doang.

mfajrinet said:
September 24, 2008

Inilah akibat prilaku bangsa kita yang gak menghargai budaya leluhur. Giliran sudah dimiliki orang lain baru merasa kehilangan. Mana proteksi kita jauh2 hari sebelumnya. Apa sih kerja Departemen kebudayaan dan pariwisata??? demikian juga dengan dinas2nya di daerah??

sapimoto said:
September 25, 2008

Menyedihkan…
Makin banyak aja nih yang dipatenkan pihak luar…

Dhimas said:
September 25, 2008

aaaargh…

ika said:
September 26, 2008

miris…

September 26, 2008

hmmm udah dipatenkan lagi diluar..??
ugghhh

September 28, 2008

emang dunia ini ga bisa di tebak… ada ada aja….

September 29, 2008

[...] deh saya adain syukuran. Untuk temen - temen kabon, brokencode, fenny, dexno, dewaji, wira, penyu, om keke, Rama, Kadek Wirya, Ketut Widarta dan yang lain yang belum saya sebut [...]

wangnoni said:
October 1, 2008

-ga pernah romantis!!!! emmm-

October 4, 2008

wah turut berduka juga nih
kayaknya pemerintah kita ini musti dikasi pelecut supaya mau membantu tanpa pamrih para peseni bangsa, terutama yang membantu menghasilkan devisa.
Makasi info nya lho

Mario said:
October 5, 2008

saya juga prihatin dengan kondisi saat ini. mungkin ini dampak dari men”dewa”kan tamu atau turis. semoga bisa menjadi pelajaran ke depannya

Herry said:
October 5, 2008

gak malu ya tuh orang

didi said:
October 5, 2008

Wajar, cari keuntungan. Moga aja bisa kebagian jg.

dennie said:
October 8, 2008

orang indonesia memang terkenal kreatif…tapi sayang, hasil karyanya di jajah oleh bangsa lain. Ayo Dukung Budaya Indonesia

October 8, 2008

SEO busby mulai lagi ya? Btw, imfreakz uda dipatenkan? hehe… sukses!

October 8, 2008

bingung juga..
runyam urusan nya kalo udah banyak tukang patent… huh

enrichco said:
October 8, 2008

q berpikir… mereka itu, orang-orang asing itu, melegalkan pencurian. ukh.. kita dijajah secara intelektual.

October 9, 2008

Penjajah msh ada aja, bule kutukupret!

budi said:
October 13, 2008

makanya masyarakat indonesia harus belajar tentang hukum patent.ya menurut saya dengan kejadian2x yg merugikan ini,setiap pelaku bisnis indonesia harus berani untuk keluar modal utk segera mematenkan demi keamanan budaya indonesia dan tentunya pemerintah juga harus mensosialisasikan hak patent internasional di Indonesia.

baladika said:
October 21, 2008

wah masih ada ya tukang jajah….

October 27, 2008

Kalo pemerintah serius sih sepertinya tidak bakal terjadi hal seperti ini :(

November 7, 2008

Sebaiknya dari pemerintah bali juga turut andil donk dalam masalah seperti ini kasian kan yg kena rakyat kecil lagi, ato rakyat bali demo jgn hanya demo masalah UU pornografi saja

Leave a comment
Name : 
Mail : 
Website : 
Message :