Tadi pada saat saya sedang update2 situs saya, iseng-iseng ingin blogwalking ke blog rekan saya Brokencode. Disana saya melihat topik yang membuat saya ingin segera membacanya, anda bisa membacanya terlebih dahulu disini dan setelah itu kembali lagi untuk membaca postingan saya sampai akhir.
Saya mulai menelusuri link-link terkait disana dan tidak lupa juga meluncur ke TKP yaitu situs Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. Menurut sumber di detik.com situs ini menghabiskan dana 17,5 Milyar! sungguh angka yang sangat fantastis untuk sebuah situs yang sangat-sangat tidak profesional dalam hal pembuatanya. Menurut salah satu blogger kita rayofshadow banyak sekali kekurangan-kekurangan dalam hal desain dan kualitas kontent.
Melihat komentar-komentar yang bertebaran di detik.com saya akhirnya tergerak juga untuk memberikan komentar walau itu hanya melalui blog yang sederhana ini. Pada komentar saya saat ini, saya tidak ingin membahas angka yang sudah dikeluarkan pemerintah untuk biaya situs pariwisata mereka karena saya yakin sudah banyak yang mengerti bahwa sudah pasti ada permainan yang dilakukan antara pengembang dengan Depbudpar.
Yang ingin saya katakan disini adalah, terdapat kecurangan yang sudah dilakukan pengembang (dalam hal ini yang membuat situs ini adalah indo.com ). Sewaktu saya menelusuri link-link yang terdapat di dalam situs my-indonesia.info
pertama saya melihat terdapat sub-domain yaitu di bali.my-indonesia.info. Saya lihat disini, etika pengembang situs ini sangat tidak ada, kenapa? Kita bisa lihat disana terdapat banner “Link Back & Donate”. Tujuan dari banner ini supaya orang-orang bisa ikut berperan serta dalam hal membantu untuk mempromosikan situs ini supaya lebih terkenal (loh bukanya dana itu sudah termasuk biaya promosi? kenapa masih saja ngemis link? ) dan coba anda perhatikan kenapa link disana hanya mengarah ke bali.my-indonesia.info ? kenapa tidak mempromosikan domain utamanya saja?. Setelah itu anda bisa menengok ke bagian bawah, disana terdapat banner kecil yang mengarah ke situs pengembang.
Saya rasa ini acara “ngemis link” ini adalah kamuflase semata, dimana tujuan di balik itu adalah untuk memperkuat posisi situs pengembang di mata SE karena mendapat dukungan link dari situs lain dan otomatis situs pengembang akan mendapat link yang berkualitas. “ADAKAH KECURANGAN DISINI?“
Selanjutnya di situs bali.my-indonesia.info ini terdapat iklan adsense, kenapa tidak di jelaskan dalam situs my-indonesia.info, pemerintah indonesia juga mencari profit dengan menjadi publisher adsense? kalau memang benar, apakah uang yang 17,5M itu tidak cukup untuk membiayai operasioal dari website ini sampai ingin mencari uang juga lewat adsense? kalau itu tidak benar berarti otak yang berada dibalik ini adalah dari si pengembang itu sendiri!
Pengembang memanfaatkan promosi yang dilakukan oleh pemerintah, SE ataupun lewat link-link yang mengarah ke situs itu untuk mendatangkan trafik dan kemungkinan di antara visitor akan mengklik iklan adsense yang ada disana. “ADAKAH KECURANGAN DISINI?“
Selanjutnya saya mengarah ke domain itu sendiri, saya melakukan whois untuk domain my-indonesia.info. Teryata domain itu sudah di register pada tahun 2004 yang lalu. Kalau anda tidak percaya anda bisa lihat disini. Apakah butuh waktu selama itu untuk menyelesaikan proyek ini? atau jangan-jangan domain itu sudah ada akan tetapi pada saat di adakan tender, dari para pengembanglah yang sebenarnya mengusulkan untuk menggunakan domain itu sebagai domain dari situs resmi Depbudpar. Terus mengenai email kontak yang ada disana, masa sih situs resmi pemerintah emailnya make email gratisan di gmail? coba anda perhatikan di whois, email yang tertera disana adalah : my.indonesia@gmail.com . Sungguh proyek yang sangat-sangat tidak profesional sekali.
“ADAKAH KECURANGAN DISINI?“
Selanjutnya disana saya juga melihat ada beberapa link tentang fasilitas-fasilitas yang ada di bali seperti hotel, restoran, tours, activities. Ketika di telurusi salah satu, link tersebut akan mengarah ke situs pengembang sendiri yang seperti kita tahu core bisnis dari indo.com adalah travel agent dan tourism!. Saya tidak tahu apakah dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata sendiri tahu mengenai hal ini atau tidak yang pasti bisa saya katakan, kalau memang benar pemerintah tidak ada kerjasama juga mengenai bisnis agent dengan indo.com maka saya bisa simpulkan “ADAKAH KECURANGAN DISINI?“. karena sudah memanfaatkan promosi yang dilakukan pemerintah untuk bisnis pribadi dari si pengembang!
Selanjutnya saya mengarah ke sub-domain lainnya, yaitu blogs.my-indonesia.info. Sampai dengan tulisan ini dibuat situs itu sama sekali belum selesai. Dengan menggunakan wordpress yang sudah kita tahu adalah script gratisan untuk membuat blog dan di tambahkan template gratisan pula, sungguh merupakan kecurangan yang dilakukan terhadap pemerintah oleh pengembang karena belum menyelesaikan tugasnya dengan baik. Apalagi menurut saya, sebenarnya fungsi membuat sub-domain blogs.my-indonesia.info itu apa? apakah tidak cukup membuat berita-berita itu di halaman depan saja? sangat-sangat merupakan pemborosan, apakah ini adalah bagian dari rencana untuk tahun depan supaya ada lagi dana yang dikucurkan lebih banyak lagi dengan alasan pengembangan content??

“ADAKAH KECURANGAN DISINI?”
Silahkan anda simpulkan sendiri apakah proyek ini memang layak di dapatkan oleh pemerintah RI dengan budget segitu atau tidak.
Sumber :
- Detik : http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/06/time/175117/idnews/863292/idkanal/398
- Brokencode : http://www.brokencode.biz/2007/12/11/situs-mahal/
- Andri : http://andri.cisco.or.id/blogs/index.php/2007/12/11/my-indonesiainfo-menelusuri-dalang-175-milyar/
- Warung Kapucino : http://www.kapucino.org/2007/12/11/oh-my-indonesia-oh-my-god/
- Rayofshadow : http://www.rayofshadow.com/blog/selamat-atas-diresmikannya-situs-my-indonesia-dot-info/
Anda mempunyai usaha atau anda ingin mempromosikan website anda? Masukkan iklan anda di Iklan Baris atau Iklan Baris Gratis.