It’s a Business Doing Pleasure

Antara Bisnis Konvensional dengan Bisnis Online, Baik dan Buruknya Seperti apa?Salah satu hal yang mendasari kenapa saya ingin menekuni profesi sekarang ini adalah kita bisa melakukan pekerjaan kita dengan waktu yang bisa kita sesuaikan sendiri kapan mau kita laksanakan..

Berbeda dengan bisnis konvensional, kita mengerjakannya itu harus sesuai dengan situasi yang berlaku pada saat itu dan tergantung dari lingkungan yang ada misalnya waktu dan tempat dimana bisnis itu berada.

Saya ingin sedikit mengupas tentang fenomena dalam bisnis konvensional dalam skala besar yang bernilai puluhan, ratusan sampai emberan rupiah.. ada sebuah istilah dan pelajaran yang saya dapat dari kekasih saya.. istilahnya itu adalah “Business Doing Pleasure” atau bisnis dan kesenangan itu adalah menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam bisnis konvensional. Tidak percaya? ok saya berikan sedikit contoh :

Anda adalah seorang petinggi di sebuah perusahaan, dan untuk supaya bisa lebih menggerakkan roda perusahaan anda harus berusaha mencari pundi-pundi uang yang lebih banyak lagi. Ketika anda ingin memiliki sebuah bisnis dengan salah satu rekan kerja anda, anda pasti akan melakukan lobi-lobi kepada mereka ya kan? nah salah satu tips yang saya dapat, jika anda ingin sukses dalam melakukan lobi-lobi, anda harus dekat dengan dunia yang mungkin belum pernah anda masuki sebelumnya yaitu “Business Doing Pleasure“.

Mungkin ini bisa dinamakan seperti adat dan istiadatnya kali ya.. dimana kita meng-entertain partner bisnis kita, mulai dari mengajak ke kafe sampai ke tempat karaoke dengan fasilitas tentunya teman-teman wanita penghibur komplit dengan minuman yang pastinya tidak jauh-jauh dari alkohol (anda harus berusaha terbiasa untuk itu kalau mau berhasil :) ). Selain tujuannya kita bisa lebih dekat dengan partner bisnis kita, dengan adanya pengaruh alkohol ( jangan banyak-banyak minumnya tentunya ) anda pasti jadi lebih berani dalam melakukan lobi-lobi bisnis pastinya dan merasa tidak canggung untuk ber-negoisasi dengan rekan bisnis anda.

Percayalah kalau anda ingin bisnis anda berhasil, pendekatan dengan cara ini adalah termasuk cara yang mujarab dan manjur. Apalagi sehabis itu anda menjamu rekan bisnis anda dengan suguhan wanita untuk menemani sisa malam, dijamin transaksi akan lebih cepat terjadi.

Apakah semua jenis bisnis konvensional seperti itu akhirnya? tentu saja tidak.. hanya berlaku hanya jika anda menginginkan hasil yang sangat-sangat menggiurkan.. kalau hanya kita berbisnis seperti jualan di pasar, buka toko, warnet dan sejenisnya tentu saja tidak perlu dilakukan hal seperti ini.. buat apa coba? :D .. Masalah hasil? tentu saja berbeda!.

Saya bukannya berpihak dengan metode pendekatan bisnis semacam ini, akan tetapi hanya ingin membuka pikiran rekan-rekan yang lain yang mungkin belum pernah mengetahui hal-hal seperti ini, akan tetapi bukan juga saya menggurui karena saya hanya ingin sharing hal-hal yang pernah saya ketahui walaupun itu bukan pengalaman saya sendiri.

Berbeda dengan bisnis online kalau menurut saya ya.. kita bisa mendapatkan hasil yang hampir sepadan atau bahkan bisa lebih (tergantung keseriusan anda tentunya) tanpa keharusan melaksanakan “Business Doing Pleasure” tersebut bahkan saya yakin anda tidak akan pernah menemui hal seperti itu dalam perjalanan bisnis online anda. Jadi kira-kira menurut anda dari segi yang saya bahas tadi, lebih bagus bisnis jenis apa? konvensional atau online?

Saya sangat ingin mengundang kembali rekan-rekan untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi yang saya buka ini supaya kita semua juga ada gambaran baik buruk dari setiap bisnis yang ada karena saya yakin setiap usaha pasti ada sisi positif dan negatifnya dan pasti saling berhubungan antara keduanya.

seperti biasa list rekan-rekan yang saya ingin dengar komentarnya antara lain :

cosa, brokencode, baladika, pogung, isnaini, dewaji, ketut widarta, radian, ronys, panak leak, chymenk, kumpul, mas jabier, dan daffa. Untuk rekan yang lain yang belum saya masukkan kedaftar di atas saya minta juga urun pendapat , saran atau komentarnya ya? :)

About The Author

Number of Entries : 212

Comments (11)

  • skd

    saya belum berani menganggap aktifitas sakarang ini sebagai profesi – soale hasilnya belum seperti yang diharapkan ;)
    aku masih pengangguran lho!

  • skd

    bisnis saya juga merupakan hobi yang menyenangkan. jika tidak, mana mungkin saya akan menekuninya, dan sangat menyenangkan jika punya bisnis online sendiri. kita bisa menjadi boss, menjadi pelayan, menjadi tukang sapu, menjadi webmaster, menjadi sales director, general manager dan bahkan the president.

  • dewaji

    uhmmm, Business for Pleasure. Kayaknya bisnis online juga ada model kayak gitu. Meski tujuannya bukan untuk melobi. melainkan murni for pleasure. Ayoo ke PB. kan tar lagi pertengahan bulan. Parked, Adbrite, apalagi ya yg cair tengah bulan ;) )

  • baladika

    bisnis perlendiran termasuk bisnis apaya?
    kebetulan ada rencana buka bisnis itu abis hari raya :)

  • brokencode

    ahhhh … dia sudah kena bisnis pelendiran dibawah pengawasan http://www.baladika.info.

    belum pernah ada yang lobi saya ke kape. semalam aja di dunkin’ :D

    #dewaji
    gak mau kesana lagi ah. gak bisa selingkuh sayah.

  • Dexno

    @dewaji
    bisnis for pleasure online? seperti baliescort.net ya boz? :P tapi itu kan jualannya aja online, transaksi tetep offline :D

  • cosa

    jujur…. aku gak mudeng maksudnya artikel ini…. udah baca bolak-balik, tetep blank… :( (

    mohon dijelaskan intinya, sodara dexno :)

  • Keke

    emmmmm… mungkin untuk bisnis ginian, kita bisa bebas mikir… gak ada tekanan dan lebih bisa enjoy.

    Nice topik pal;)

  • chymenk

    hehehehe…tumben ni gw invate ma boz untuk ngasi comment!
    numpang lewat aja dech boz!
    soalnya bukan bussines man!hehehehehe….

  • ronys

    “Business Doing Pleasure” ??

    hemm, kalau saya malah kebalikan nya! Saya ber bisnis untuk off line maupun online tidak pernah ada hubungane ama kesenangan! pemikiran saya simple aja, kalau saya melakukan bisnis dan saya gabung dengan kesenangan saya, kapan saya berbisnis? jadi lupa dong bisnis saya :) Saya Pribadi, kalau bisnis malah jauh dari hoby dan kesenangan saya. Yg penting usaha itu MENGHASILKAN!

    Contoh, kalau saya hoby bidang otomotif, utak atik mesin mobil apa saya harus buka bengkel? kalau saya buka bengkel dan menyalurkan hobi saya utak atik mesin terus hingga larut dalam hobby saya, kapan dong saya kerja buat pelanggan?

    Kalau untuk service partner bisnis, tidak semua bisnis atau partner bisnis bisa di terapkan seperti diatas. Dan setahu ku (maaf) itu adalah cara2 jaman kerajaan Majapahit :) kita bisa service pelanggan dengan mengikuti hobby mereka yg lain, entah itu tenis, bulu tangkis atau golf yg penting gabung dalam komunitas mereka. Masak sih hobby mereka cuma karaoke kek..kek..

    wah koment paling panjang nih, dapat hadiah gak ya :)

  • Daffa

    @chymenk

    Iya, gue juga di Invite :D lumayan tambah beklink :D .

    @cosa

    Iya, idem aku gak mudeng. Yang mudeng cuma “Business Doing Pleasure”

    Apa mungkin gw nya yg nge-Blank

Leave a Comment